Goodie bag yang dapat digunakan kembali lebih baik daripada kantong plastik atau kertas. Tas ini digunakan untuk mencegah pencemaran lingkungan. Bahan-bahan, yang digunakan untuk memproduksi tas-tas ini tidak merusak kualitas lingkungan kita. Tas-tas ini umumnya terbuat dari bahan-bahan seperti karung goni, kain kanvas, spunbond dan kain blacu. Goodie bag yang dapat digunakan kembali ini higienis dan mudah dicuci. Produk-produk ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan termasuk sebagai goodie bag promosi perusahaan.

Goodie bag diproduksi dengan bahan alami sintetis atau kuat. Tas yang ringan bersifat biodegradable dan tidak langsung dibuang dalam satu kali pakai saja. Goodie bag juga mudah terjangkau dan dapat diakses dalam berbagai warna, ukuran, desain, bentuk dan gaya. Banyak orang prihatin tentang dampak kantong plastik terhadap lingkungan. Memproduksi tas yang dapat digunakan kembali membutuhkan lebih banyak energi daripada kantong plastik. Tetapi menggunakan tas ramah lingkungan daur ulang, setidaknya sekali dalam seminggu jauh lebih baik daripada menggunakan 52 kantong kresek plastik per tahun.

Menurut sebuah survei, yang dilakukan oleh Badan Lingkungan Inggris, rata-rata goodie bag digunakan setidaknya 50 kali sebelum dibuang ke tempat sampah. Tetapi tas yang terbuat dari kertas hanya dapat digunakan tiga kali dan diakui sebagai barang ramah lingkungan. Seperti yang dicatat oleh studi, semua goodie bag harus digunakan beberapa kali sehingga membuatnya tidak berdampak buruk pada sistem ramah lingkungan.

Beberapa perusahaan lebih suka menggunakan tas yang dapat digunakan kembali ini untuk mengiklankan produk dan acara mereka. Orang dapat dengan mudah mencetak nama dan logo perusahaannya di tas-tas ini. Ini bisa sangat bermanfaat untuk strategi propaganda berbagai perusahaan. Perlu dicatat bahwa orang lebih tertarik untuk membeli goodie bag ini karena mereka juga dapat digunakan sebagai aksesori modis. Biasanya berinvestasi dalam goodie bag yang dapat digunakan kembali adalah ide yang baik karena tidak membahayakan lingkungan kita

By | 2019-05-20T14:07:37+00:00 April 22nd, 2019|Artikel|
WhatsApp chat